Sistem Silvikultur & TPTI

PDF Cetak Email

SISTEM SILVIKULTUR

Siklus tebang dan diameter pohon tebang di hutan rawa gambut PT. Diamond Raya Timber berpedoman pada Peraturan Menteri Kehutanan no. P.11/Menhut-II/2009 tentang Sistem Silvikultur dalam Areal Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Produksi. Sesuai peraturan tersebut, siklus tebang hutan rawa adalah 40 tahun dengan diameter tebang ≥ 30 cm. PT. Diamond Raya Timber menerapkan sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) murni.


TAHAPAN TPTI


Pelaksanaan TPTI di PT. Diamond Raya Timber mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal BPK No. P.9/VI/BPHA/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Silvikultur dalam Areal Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Produksi.

No. Tahapan Kegiatan Prinsip Tahapan Kegiatan (tahun dari penebangan – Et)
1 Penataan Areal Kerja (PAK) Menata areal dalam blok dan petak kerja tahunan berdasarkan RKUPHHK. Tidak lebih dari 4 tahun sebelum pemanenan.
2 Inventarisasi Tegakan Sebelum Penebangan (ITSP) Risalah hutan dengan intensitas 100% untuk pohon niagawi dengan diameter ≥20 cm dan pohon yang dilindungi sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak lebih dari 2 tahun sebelum pemanenan.
3 Pembukaan Wilayah Hutan (PWH) Efisien, efektif, tertib dan ramah lingkungan. Tidak lebih dari 2 tahun sebelum pemanenan.
4 Pemanenan Memanen tidak boleh melebihi riap. Efisien, efektif, tertib dan ramah lingkungan. Et.
5 Penanaman dan Pemeliharaan Pengayaan Memulihkan produktifitas areal tidak produktif pada blok RKT. Menggunakan bibit jenil lokal unggulan setempat. Tidak lebih dari 2 tahun setelah pemanenan.
6 Pembebasan Pohon Binaan (PPB)

Meningkatkan riap pohon binaan.

Pohon binaan bisa berasal dari permudaan alam dan tanaman pengayaan

Tidak lebih dari 2 tahun setelah pemanenan
7 Perlindungan dan Pengamanan Hutan (PPH) Pengendalian hama dan penyakit, perlindungan hutan dari kebakaran hutan, perambahan hutan dan pencurian hasil hutan Terus menerus